Terjerat Sunyi dalam Pernikahan yang Retak
Luka yang Datang Tanpa Peringatan Cerita Fiksi By. Marlina Siraj Pernikahan selalu digambarkan sebagai rumah yang hangat, tempat seorang istri bisa menjadi ratu, tempat cinta dan aman adalah bahasa sehari-hari. Namun bagiku, semua itu hanya tinggal bayangan yang tak pernah benar-benar terjadi. Setelah semua luka terakumulasi, aku hanya mampu diam—diam yang bukan lagi tanda pasrah, melainkan tanda bahwa aku berhenti berharap. Kecewa itu datang bukan dalam bentuk badai besar, tetapi serangkaian insiden kecil yang menghantam jiwaku sedikit demi sedikit. Saat hamil dua bulan, tubuhku lemah dan mual, namun hatiku penuh harapan bahwa suamiku akan mengerti kebutuhanku. Aku hanya meminta mie kuah—permintaan sederhana dari seorang perempuan yang sedang mengandung. Namun jawabannya begitu menusuk, lebih tajam dari pisau mana pun. “Saya capek. Saya nggak tahu mau beli di mana. Nanti saja.” “Nanti” yang tidak pernah datang. “Perhatian” yang tidak pernah turun. “Kasih sayang” yang hanya ada dalam i...