A place to share stories of life, love, pain, personal experiences, life lessons, motivation, and journeys of the heart. Each story is written to accompany souls who have been hurt and are seeking the strength to rise again.
Cerpen
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Kumpulan cerpen karya Marlina Siraj.
Semua cerita ditulis berdasarkan perjalanan hidup, cinta, luka, dan pelajaran hati.
Cerita Fiksi Marlina Siraj Jejak Luka yang Tak Terlihat Ketika Rasa Percaya Mulai Retak Angin malam berdesir lembut ketika Arini duduk di tepi ranjangnya, memeluk lutut dengan pandangan kosong. Di luar jendela, lampu-lampu jalan tampak seperti bintang yang jatuh—redup, jauh, dan tak berarti apa-apa. Sejak hari itu, sesuatu dalam dirinya berubah. Ia bukan lagi Arini yang ramah, yang selalu mudah tersenyum, yang percaya bahwa kebaikan dunia bisa menyembuhkan apa pun. Ada yang patah. Ada yang hancur. Dan ia tak tahu apakah ia mampu menyusunnya kembali. Dulu, Arini percaya bahwa cinta selalu punya cara untuk memperbaiki. Tapi ketika orang yang paling ia percaya menghancurkan hatinya tanpa rasa bersalah, ia mulai meragukan segalanya: dirinya, orang lain, bahkan dunia. --- Bagaimana Sakit Hati Membentuk Ulang Jiwa Luka Emosional yang Mengubah Cara Kita Memandang Hidup Sakit hati bukan hanya perasaan sesaat— ia adalah goresan yang diam-diam memahat ulang kepribadian seseorang. Arin...
Setelah Bertahun-tahun Menghilang By. Marlina Siraj Akhir November 2024, ketika langit sore meneteskan cahaya keemasan seperti tirai tipis yang jatuh perlahan, seseorang datang mengetuk pintu hidupku. Tidak ada pesan. Tidak ada kabar. Hanya kehadiran yang tiba-tiba—begitu nyata hingga dadaku serasa dipukul oleh seribu kenangan. Untuk beberapa detik aku terpaku. Apakah benar ini dia? Gadis kecil yang dulu kukenal, gadis kecil dari Desa Wakontu, Raha, Kabupaten Muna. Gadis yang pernah menghabiskan malam-malam bersamaku, memecah kesepianku dengan gelak tawanya yang ringan, yang hadir seperti cahaya lembut di masa mudaku. Aku mengenalnya di tahun 2007. Ia masih duduk di bangku kelas dua SMP, ceria, lincah, dan selalu punya cara mengubah gelap menjadi hangat. Saat itu aku tidak pernah berpikir bahwa ia akan menjadi bagian kecil namun berarti dalam perjalananku. Namun hidup adalah perjalanan yang aneh—beberapa orang datang bukan untuk menetap, tetapi untuk meninggalkan bekas yang tidak ...
Mengapa Perasaan “Selalu Disalahkan” Bisa Muncul? Artikel By. Marlina Siraj Perasaan bahwa kita selalu menjadi pihak yang disalahkan bukanlah hal yang muncul tiba-tiba. Banyak orang pernah merasakannya, terutama ketika sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat, lingkungan kerja yang penuh tekanan, atau keluarga yang menuntut kesempurnaan. Dalam psikologi, perasaan ini biasanya berkaitan dengan pola komunikasi yang buruk, pengalaman masa kecil, dan cara seseorang memandang dirinya sendiri. Penyebab Psikologis yang Membuat Kita Merasa Selalu Salah 1. Harga Diri yang Rendah Orang yang memiliki harga diri rendah cenderung merasa bersalah bahkan saat mereka tidak melakukan kesalahan. Mereka terbiasa menganggap diri mereka penyebab masalah, karena sejak lama diyakinkan bahwa pendapat atau tindakan mereka tidak cukup baik. Kondisi ini sering terbentuk dari pola asuh yang keras, kritik berlebihan, atau pengalaman gagal yang menumpuk. 2. Efek dari Hubungan Tidak Sehat (Toxic Relationship) D...
Komentar
Posting Komentar