Ketika Rumah Tangga Hanya Tinggal Kewajiban
Artikel By. Marlina Siraj Rumah tangga selalu dimulai dengan harapan. Dua orang saling memilih, saling percaya, dan saling berjanji untuk berjalan bersama apa pun yang terjadi. Namun kehidupan tidak sesederhana itu. Waktu, tekanan hidup, luka yang tidak dibahas, dan cinta yang tidak lagi dirawat perlahan mengikis semua yang dulu hangat. Hingga akhirnya hubungan berubah menjadi rutinitas. Tidak ada lagi debaran, tidak ada lagi percakapan panjang sebelum tidur, tidak ada lagi tawa yang memenuhi ruang tamu. Yang tersisa hanyalah kewajiban—sekedar menjalankan peran sebagai pasangan tanpa benar-benar merasa menjadi pasangan. Fenomena ini dialami banyak orang, tetapi jarang dibicarakan. Sebagian karena malu, sebagian karena takut dianggap gagal, dan sebagian lagi karena tidak ingin menyakiti perasaan pasangan. Padahal menyimpan semuanya sendiri justru membuat luka semakin dalam. Tulisan panjang ini mencoba menjelaskan tanda-tanda, alasan, hingga cara menghadapi rumah tangga yang hanya tingga...